Showing posts with label Bank. Show all posts
Showing posts with label Bank. Show all posts

Friday, March 28, 2014

Bank of Korea joins Islamic Finance Body IFSB

ALARABIYA.NET--South Korea’s central bank has joined the Islamic Financial Services Board (IFSB), one of the main standard-setting bodies for Islamic finance, as regulators across Asia build closer ties to the growing industry.

Guidelines issued by the Kuala Lumpur-based IFSB are gaining prominence as the industry takes a greater share of the banking sector in several majority-Muslim countries and expands into new markets.

The Bank of Korea is the 59th regulatory body to join the IFSB, bringing total membership to 184, joining the likes of the central banks of Luxembourg and Japan and the monetary authorities of Hong Kong and Singapore.

The move could augur stronger links between South Korea and Islamic finance hubs in southeast Asia.

South Korea’s Export-Import Bank of Korea already has a bond program in Malaysia that can issue Islamic bonds, or sukuk, although it has yet to tap the market.

This week, Hong Kong lawmakers passed a bill that will allow the AAA-rated government to raise around $500 million via sukuk, or Islamic bonds.

In a separate statement, the IFSB also adopted a revised guideline on the supervision of Islamic finance institutions, helping tighten regulatory oversight of industry practices.

The latest update complements stricter Basel rules, agreed globally to make banks safer after the 2007-09 credit crisis.

In the past two years, the IFSB has issued separate guidelines on liquidity risk management, stress testing and capital adequacy.

Saturday, March 15, 2014

Total Rekening Tabungan dan Pembiayaan Syariah Masih Rendah


INFOBANKNEWS.COM--OJK mencatat pertumbuhan account perbankan syariah mencapai 40% pada tahun lalu. Meski angka tersebut terbilang tinggi, hingga saat ini total rekening tabungan dan pembiayaan syariah baru mencapai 16 juta. Rezkiana Nisaputra

Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui, berdasarkan data pasar keuangan syariah masih didominasi dari pertumbuhan ritel, sehingga membuat pasar keuangan syariah di Tanah Air tertinggal dari negara muslim lainnya.

“Seperti negara muslim yang lain, yakni Malaysia, Arab Saudi dan Turki, pasar keuangan syariah mereka itukan lebih mengejar pertumbuhan korporasi,” ujar Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK, Edy Setiadi, di Hotel Sofyan, Jakarta, Kamis, 6 Maret 2014.

Dia menjelaskan, memang negara-negara tersebut memiliki pertumbuhan ekonomi yang cepat. Namun, pangsa syariah dinegara tersebut kecil bial dibandingkan dengan Indonesia, sehingga pertumbuhan ritel Indonesia lebih tinggi.

“Pertumbuhan ritel tinggi, account nasabah capai 40% sehingga rekening tabungan ada 12,4 juta dan rekening pembiayaan 3 juta, total 16 juta. Tapi tetap nominal tersebut kecil,” tukasnya.

Meski nominal rekening tersebut minim, Dana Pihak Ketiga (DPK) syariah mampu masuk relatif besar. Ini disebabkan sisi pembiayaan yang tumbuhnya 40%. “Jumlahnya besar-besaran sedangkan sisi pembiayaan karena banyak transfer orang-orang kota ke desa,” ucap Edy.

Dia meminta, agar perbankan syariah bisa menjadi perhatian utama, dimana sejauh ini OJK sudah melakukan langkah-langkahnya untuk terus mendorong perbankan syarah.

“Kami meminta perbankan syariah untuk dapat meningkatkan jumlah jaringan bukan hanya kantor cabang atau langsung dibuat syariah tapi juga jaringan yang ada di induknya, dimana 11 kantor dari 10 kantor perbankan syariah terbesar ada di Indonesia. Ini meningkatkan peran jaringan kantor ke depan,” paparnya.

“Saya harap bila anak usaha dalam holding tersebut merupakan konsen dari induknya kalau tidak performe kurang bagus, memperbaiki anaknya juga,” tutup Edy. (*)

Saturday, January 4, 2014

BI Harap Pangsa Pasar Syariah di Kisaran 5,25-6,25%

InfoBankNews.com–Bank Indonesia (BI) mematok target pangsa pasar perbankan syariah bisa masuk kisaran 5,25% hingga 6,25% pada 2014, memanfaatkan kondisi perbankan konvensional yang diarahkan untuk mengerem pertumbuhannya.

“Industri keuangan syariah menghadapi banyak halangan. Mudah-mudahan di tahun depan dapat tercapai yang diperkirakan antara 5,25-6,25%,” ucap Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, di Gedung BI, Jakarta, Senin, 16 Desember 2013.

Pada tahun depan, bank sentral kembali menetapkan tiga skenario, yakni pesimis, moderat dan optimis. Untuk skenario pesimis, total aset perbankan syariah dipatok Rp255,21 triliun, dana pihak ketiga (DPK) Rp209,66 triliun dan pembiayaan Rp216,72 triliun.
Untuk skenario moderat, aset dipatok Rp283,57 triliun, DPK 220,69 triliun dan pembiayaan Rp228,13 triliun. Sementara untuk skenario optimis aset diproyeksi mencapai Rp311,92 triliun, DPK Rp232,82 triliun dan Rp239,54 triliun.

“Proyeksi di Departemen Perbankan Syariah menggunakan asumsi makro, namun tetap berdasarkan business plan bank. Tapi memang (realisasi) tidak selalu sesuai dengan apa yang ada dalam rencana bisnis,” sambung Direktur Eksekutif Perbankan Syariah BI Edy Setiadi.

Ia menambahkan, untuk mendukung pengembangan perbankan syariah ke depan bank sentral akan merilis aturan kelembagaan, di mana bank umum syariah dan unit usaha syariah bisa memanfaatkan jaringan kantor induk usaha bank konvensionalnya secara langsung. Seperti diketahui, saat ini untuk membuka office channeling di jaringan bank induk konvensional, bank syariah atau unit usaha syariah harus lebih dahulu menghadirkan kantor cabang syariah terlebih dahulu. (*)



Wednesday, June 26, 2013

Global Islamic Finance Industry Needs to Build Economies of Scale

ZAWYA-- MUSCAT-- Financial institutions and regulators around the world need to work together to address challenges that are limiting the geographic growth of Islamic finance, according to a key expert. David McLean, Chief Executive of the World Islamic Banking Conference: Asia Summit, which opens in Singapore next week, said that although Islamic finance has come a long way, achieving significant growth over the last decade, the overall size of Islamic assets is still less than 1 per cent of the global financial system and the industry has still to build significant economies of scale.

"Being comparatively young, Islamic finance currently offers fewer product choices for consumers, while isolated pools of Islamic liquidity in each market restrict opportunities for more efficient allocation of capital across international jurisdictions," McLean ahead of the June 3 opening of the 4th Annual World Islamic Banking Conference: Asia Summit.

"As Islamic finance embarks on its next phase of growth, the industry must overcome these challenges and build scale, reach critical mass and expand its geographic footprint -- and this will require financial institutions, regulators, and international standard setting agencies to work more closely together," McLean stated.

More than 480 key Islamic finance leaders and senior decision-makers representing the major regional and international institutions, regulatory bodies and government agencies, are attending WIBC Asia 2013. The high-profile gathering will create an ideal platform to facilitate discussions on achieving further growth and international connectivity in the Islamic banking and finance industry in Asia.

According to Abdul Hamidy bin Abdul Hafiz, CEO of Kuwait Finance House (Malaysia), "The Islamic finance industry has shown tremendous growth in terms of business volumes, product innovation and geographical spread -- as well as achieving significant improvements in its legal and regulatory frameworks. The industry is now entertaining customers across wider segments and economic sectors and is moving well beyond its early niche status.

However, the Islamic financial system is still very small compared to the existing conventional economic system. With the lessons learnt from the recent global financial crisis, we are now well aware of the inherent dangers in unproductive capital. What is needed is a more efficient and effective mobilisation of investible surplus that promotes economic prosperity by financing real economic activities. This perfectly fits with the objectives of Islamic finance and by promoting and strengthening the cross-border connectivity in Islamic finance, it would allow capital allocation to the most efficient investment portfolios."

He went on to say that, "The role that the annual World Islamic Banking Conference: Asia Summit plays in bringing together industry leaders from key Islamic financial centres for dialogues on improving the global connectivity of Islamic finance is commendable and we are delighted to be once again supporting this key industry gathering." According to Sulaiman Alireza, Executive Director, Head of Direct Investments, Asiya Investments Hong Kong Limited, "There has been a significant expansion of both intra-Asia as well as cross-border trade flows between Asia and the Middle East.

Annual intra-Asia trade is expected to quadruple from current levels of almost $5 trillion to $20 trillion by 2020. Similarly, trade between the GCC and emerging Asia is growing at a rate of 25 per cent per year." He said the emerging Asian economies, excluding Japan, account for approximately 20 per cent of the world GDP. "Middle East investors are on the lookout for greater diversification, both in terms of geographical allocation and asset classes, beyond the traditional investments in the US and Europe."

© Oman Daily Observer 2013

Jordan's Appetite for Islamic Banking

ZAWYA.COM---Sami Al Afghani, CEO of Jordan Dubai Islamic Bank talks to Banker Middle East about the growing interest towards Islamic banking products and practices within Jordan's banking and finance sector


How do you see the growth in Islamic banking in Jordan?
Islamic banking is an increasingly growing sector in Jordan and is in a position to fulfill all the financial needs and requirements of customers in all categories. There is a growing trend in Jordan whereby a large number of customers are shifting their business to Islamic banks. This trend is made rather clear from the increasing market share for Islamic banks, due mainly to a host of new competitive Islamic products.

At Jordan Dubai Islamic Bank , we are placing all our focus on the local market for the time being to ensure our position in the market as the leading providers of Islamic banking products in Jordan.

There is room for Islamic banking to grow in Jordan and the opportunity for it is rather great due to an ever increasing Muslim community, interested only in dealing with Islamic financial products especially where there are clear guidelines and structures. Islamic banking is not only a matter of providing the service but more importantly, it is about the quality of this service which is highly affected by Shari'ah Islamic laws.

I believe that the entrance of new players into the Islamic banking market is beneficial for all, as it will help in allowing for more regulations for this sector and will highlight Shari'ah- compliant products making them more familiar to the public, as new comers will enhance the experience and culture in this sector in the same way that Jordan Dubai Islamic Bank has.

What is your view of the Sukuk market growth in Jordan, regionally and globally?
The Sukuk market is growing rapidly both regionally and globally. This growth rate reflects the economic development of the Middle East region, the financial appetite of countries such as those in the GCC, as well as the growing appetite for Shari'ah-compliant instruments.

Last year in October 2012, the Sukuk law was approved in Jordan. Now there is a committee consisting of the Central Bank of Jordan, Jordan Securities Commission, Ministry of Finance and Dar Al Efta', to place detailed instructions and mechanisms to issue sovereign Islamic Sukuk, which will be the benchmark for the private sector to issue Sukuk, and we expect this to be finalised within the second half of this year. Sukuk issuance will help Jordanian Islamic banks invest their liquidity surplus, which means managing the funds more efficiently which will in turn be reflected in depositors and shareholders' profitability.

The increased conservatism of the Arab banking sector in its lending policies resulted in a noticeable surplus of funds amongst some of them. How can these banks invest their surplus and what is the impact of its accumulation on the Bank's profitability?
I think that the tightening in Arab banking lending/financing policies is a normal reaction to the various financial challenges and its negative impact on the world's economy. This negative impact and slowdown is affecting every sector and therefore banks have to be more cautious and do have to analyse every aspect, which is already in the core structure of banking business. However, during financial slowdowns similar to the one we are going through, banks increase their terms and level of analysis in order to protect their depositors and shareholders.

How has the Bank performed at end of 2012? And what are your plans for the future?
Jordan Dubai Islamic Bank started operations in 2010. By the end of its third year of operating as an Islamic Bank, working under the Central Bank of Jordan's regulations, the Bank's total assets exceeded $670 million and its shareholder's equity exceeded $179 million. Our results for fiscal year 2012 were much better than original expectations as we have adopted flexible plans taking into consideration regional developments and their impact on the Jordanian economy. Despite the difficulties that have faced Jordan Dubai Islamic Bank in 2012, we were successful in building a high-quality financing portfolio that generated operating profit and at the same time we have been able to distribute competitive profit rates to 
our depositors.

Mr. Sami Al Afghani, CEO of Jordan Dubai Islamic Bank since its establishment in January 2010 has 26 years of experience in banking, holding different positions in several banks across the region such as the Abu Dhabi Islamic Bank, Arab National Bank and Arab Bank.

© Banker Middle East 2013

Monday, May 20, 2013

Libya Bank Lending Paralyzed Amid Interest Ban: Islamic Finance

Bloomberg.com--- Ali Gumma finally saved enough money to buy a plot of land near Tripoli and was planning to build a family home when he hit a brick wall: He couldn’t find a Libyan bank willing to lend him the money.

“I can’t afford to build it on my own,” the 52-year-old university professor said in an interview in the capital. “Traditional banks are barred from offering loans because they aren’t Islamic but no alternatives have been introduced.”

Euphoria over a law passed this year that would make Libya the third Middle Eastern country after Iran and Sudan to ban non-Shariah compliant banking by 2015 has turned into frustration and confusion. Parliament and the central bank have distanced themselves from the decision of commercial lenders to stop offering loans immediately. The law didn’t stipulate when the transition would start, according to Omar Hamaidan, a spokesman for the legislature.

“There seems to be a lack of guidelines for what banks should do with customers,” Mohammad Farrukh Raza, managing director of U.K.-based Islamic Finance Advisory & Assurance Services, who recently visited Tripoli, said in an interview. “The general feeling is that the sector has stalled.”
Loan Growth

Loans and advances in Libya, holder of Africa’s largest oil reserves, climbed 17 percent in the first nine months of 2012, according to the latest central bank data. The loan-to-deposit ratio stood at 25 percent, compared with more than 50 percent in neighboring Egypt.

Libya’s law takes efforts to promote Shariah-compliant finance a step further than Tunisia and Egypt, where Islamist groups that came to power in 2011 following popular uprisings have sought to integrate Islamic banks and debt into the financial system. The two countries are planning their first sukuk sales this year to diversify funding sources and cut borrowing costs.

The average yield on sovereign Islamic bonds has plunged 113 basis points, or 1.13 percentage points, since the start of 2012 to 2.77 percent May 14, according to the HSBC/Nasdaq Dubai Sovereign U.S. Dollar Sukuk Index. The drop helped sales in the six-nation Gulf Cooperation Council, which includes Saudi Arabia and the United Arab Emirates, triple last year to about $21 billion, according to data compiled by Bloomberg.
Fitful Transition

Unlike its neighbors, Libya has no immediate plans to sell sukuk, Central Bank Governor Saddek Elkaber said in a May 9 interview in Beirut.

Elkaber said the regulator initially wanted to promote Islamic lenders alongside so-called conventional banks. The General National Congress chose to ban non-Islamic banking outright in response to “the desires of the street and pressures,” he said, adding the law doesn’t apply to institutions.

The debacle adds to Libya’s fitful transition since the end of the armed conflict that ended Muammar Qaddafi’s rule in 2011. Authorities are struggling to rein in the militias and root out radical Islamists from the oil-producing east. A timetable for the democratic transition has been largely abandoned while the May 5 passage of a bill to purge senior Qaddafi-era officials from office threatens more delays.
Unhappy Citizens

While the 200-member GNC didn’t order banks to stop giving out loans, banning interest left lenders scrambling to find Shariah-compliant alternatives, Fathi Agoub, adviser to the governor, said. “We understand the feelings, needs and situation of the citizens who aren’t happy with these procedures,” he said.

At a Tripoli branch of Gumhouria Bank, the country’s biggest, manager Miloud Taher throws his arms up in despair.

“Customers are angry; they come every day to ask when they will be able to get loans and prepayments to solve their problems,” Taher said. The bank offers Islamic car loans, which some customers use “because as soon as they buy the car they sell it new in order to get money,” he said.

Gumhouria had assets of $6.46 billion and 142 branches before the 2011 uprising. Standing inside the branch, mother-of-two Khadija, a school teacher, said she’s been trying for two months to get a loan to finance her daughter’s wedding. “I need financial support from the bank,” she said, declining to give her full name. “It used to be very easy to get a loan and it only took a few days.”
Lives ‘Paralyzed’

Taher said he doesn’t believe banks can hold off giving out personal loans and overdrafts for as long as two years. “The lives of people are paralyzed,” he said. “That is why we urge the congress and the Central Bank to find ways to help customers to get loans and make prepayment more easier.”

The process “probably has to be reviewed and restructured to allow the system, infrastructure and resources to match the challenge,” said Raza of the Islamic Finance Advisory & Assurance Services. “Islamic banking is a priority, but probably they have bigger priorities as well, so I’m not sure if enough thought was possibly given to this challenge.”

In the meantime, the central bank plans to award about three licenses for domestic Islamic banks, Elkaber said. The minimum capital requirement is 250 million Libyan dinars ($196 million), according to Ali Shambesh, director of statistics and planning department at the central bank.

Qatar’s Masraf Al Rayan said in February it planned to buy a stake in a Libyan bank to gain foothold in the country.

Elkaber cited Libya’s oil-generated cash resources for the decision not to tap global sukuk markets in the short term, even as borrowing costs decline. The yield on Dubai’s $1.25 billion 6.396 percent sukuk maturing next year fell 10 basis points last week to 2.16 percent. The yield rose 1 basis point today to 2.17 percent at 11:41 a.m. in the emirate, according to data compiled by Bloomberg.

“We don’t have a problem with liquidity,” the governor said. “We want to employ the liquidity properly.”

Tuesday, May 7, 2013

Dubai Supremacy Challenged as Global Banks Move to Rivals


Skyscrapers are seen behind pedestrians in the Dubai Marina district. “Dubai’s main disadvantage is that the big money clients and markets are elsewhere,” said Farouk Soussa, chief economist for the Middle East at Citigroup Inc. in Dubai. Photographer: Gabriela Maj/Bloomberg
When Saad Iqbal left Deutsche Bank AG in Dubai two years ago as European banks scaled back amid the debt crisis, he turned to Riyadh as a construction boom makes Saudi Arabia a hub for project finance.
“Saudi Arabia was not initially my first choice, but I found Dubai had contracted,” said Iqbal, a director of project finance at Riyad Bank (RIBL), the nation’s third-biggest lender. Saudi Arabia and Qatar are “where the deals are,” he said.
Riyadh climbed 32 places to 33rd in the Global Financial Centers Index published March 25 by London-based consulting firm Z/Yen. That made the Saudi capital the biggest gainer on an index led by London and New York. Dubai dropped one position to No. 23, with Qatar advancing five places to 30th on the list.
While Dubai is the Middle East base for banks including HSBC Holdings Plc (HSBA), Deutsche Bank and Standard Chartered Plc (STAN), Riyadh is mobilizing the region’s biggest stock market and a $500 billion Saudi government spending spree to bolster its credentials as a financial hub. Bankers in Riyadh and the Qatari capital, Doha, can also tap some of the greatest concentrations of the world’s super-rich, according to Boston Consulting Group.
“Dubai’s main disadvantage is that the big money clients and markets are elsewhere,” said Farouk Soussa, chief economist for the Middle East at Citigroup Inc. (C) in Dubai. “Clients want their bankers close. That creates a gravitational force that pulls bankers close into places like Doha, Riyadh and Abu Dhabi, despite them being otherwise less competitive than Dubai.”
April 12 (Bloomberg) -- Karine Kheirallah, director of advisory and execution at Falcon Private Bank Ltd., and Khaled Sifri, chief executive officer of Emirates Investment Bank, discuss private wealth in the Gulf region. They spoke April 9 with Jason Kelly at the Bloomberg Link Doha Conference. (Source: Bloomberg)

Regional Equities

Morgan Stanley and Credit Suisse Group AG (CSGN) are among the banks shifting regional equities teams to Riyadh as trading volumes on Saudi Arabia’s stock market surge. The nation’s capital, a congested metropolis of more than 5 million, is developing the King Abdullah Financial District to the north of the city as it seeks to attract more financial services firms.
Qatar, ranked third behind Singapore and Switzerland for the proportion of millionaire households, according to Boston Consulting, is also working to capture business from Dubai.
It’s offering cash from its sovereign wealth fund to asset managers setting up in the country, Qatar Financial Centre Authority Managing Director Abdulrahman Al Shaibi said on March 11. The nation, with a population of 1.76 million, may also set up a reinsurer and sell shares to the public as part of its bid to become a regional financial hub, he said.

April 12 (Bloomberg) -- Salman Al Jishi, chairman of the Salman Group of Companies, Paul Gamble, director of the sovereign group at Fitch Ratings, Firas Nasir, co-head of Carlyle Group LP's Middle East North Africa fund and Aamir Rehman, managing director of Fajr Capital Advisors, talk about opportunities in Saudi Arabia's economy. They spoke April 9 at the Bloomberg Link Doha conference in a panel session moderated by Bloomberg's Andrew J. Barden. (Source: Bloomberg)
Oil and Gas
Lacking the oil and gas of its neighbors, Dubai can’t afford to give up its lead in financial services, which accounted for 11.3 percent of gross domestic product in 2011. Finance, insurance and real estate contributed only 3 percent of Saudi Arabia’s GDP and 4.7 percent of Qatar’s in the third quarter of 2012, data compiled by Bloomberg shows.
The city of 2.1 million people became a regional banking hub after opening the Dubai International Financial Centre in 2004 to attract international banks, asset managers and insurers with promises of zero taxes for 50 years. The DIFC, as it’s known, is targeting financial institutions from Asia and reported a 16 percent increase in registered employees in 2012. Agricultural Bank of China opened a branch last month.
“Dubai is extremely competitive,” DIFC Chief Executive Officer Jeffrey Singer said in an interview yesterday. “If you’re coming new to the region, you have to justify why you wouldn’t come to Dubai.”
Dubai said in January it would create an Islamic finance council to regulate equity and fixed-income products to boost the industry’s role in the economy. Sales of Islamic bonds in the emirate have jumped almost 50 percent this year.

The Kingdom Tower stands illuminated at night on King Fahad Road in Riyadh, Saudi Arabia. Riyadh climbed 32 places to 33rd in the Global Financial Centers Index published March 25 by London-based consulting firm Z/Yen. Photographer: Waseem Obaidi/Bloomberg

Dubai Ahead

The emirate’s bond underwriting still exceeds Saudi Arabia and Qatar, with about $6 billion of issues by the Dubai government and related companies in the first quarter. Saudi issuers have raised $4.9 billion in bond sales this year, while Qatari issuance totals about $1.3 billion. Dubai accumulated about $113 billion of debt to develop finance and tourism.
While Boston Consulting figures show Riyadh’s bankers can tap the world’s highest concentration of households worth more than $100 million, constraints on women stemming from the Wahhabi version of Sunni Islam may make it difficult to persuade expatriates to work in Saudi Arabia’s financial center.
Men and women are segregated in public, including at schools, restaurants and lines at fast-food take outs. Women also need permission from a male guardian to go to school or get married, and are barred from driving. Dubai has no such restrictions and tolerates alcohol.
Visitors walk past outdoor restaurants in the Souq Waqif market in Doha. Qatar is ranked third behind Singapore and Switzerland for the proportion of millionaire households. Photographer: Gabriela Maj/Bloomberg

Financial Center

“For a financial center to flourish you need human capital, which will be a challenge for Riyadh given its various restrictions,” said Emad Mostaque, a London-based strategist at Noah Capital Markets. “Dubai has the best infrastructure to attract human capital: schools, good housing, recreational activities.”
The second largest of seven sheikhdoms in the U.A.E., Dubai was the region’s top placed city for infrastructure, ranking 34th, according to a 2012 survey by New York-based consultancy Mercer. Abu Dhabi came 72nd and Doha 102nd.
It also has the highest quality of life ranking in the Middle East, according to Mercer. The city-state ranked 73rd in the world with Abu Dhabi at No. 78, while Doha and Riyadh were ranked 106 and 157 out of 221 cities surveyed. Vienna and Zurich topped the index.
“In terms of development, in terms of infrastructure, the openness and ease of business, there’s nothing like Dubai in the region,” said Khaled Sifri, chief executive officer of Emirates Investment Bank PJSC. “It’s way ahead and it will take a long time for anyone else to try and catch up.”

Other Competition

That isn’t stopping other regional centers from trying. Apart from Saudi Arabia and Qatar, Turkey is building the Istanbul International Financial Center as part of Prime Minister Recep Tayyip Erdogan’s strategy to boost the country’s regional status and make the economy one of the world’s 10 biggest by 2023. Istanbul is No. 57 on the Z/Yen index.
While Abu Dhabi is constructing a financial center called Sowwah Square, the largest emirate in the U.A.E. fell one place in the Z/Yen ranking to No. 39. Bahrain, which crushed a Shiite Muslim revolt against its Sunni rulers in 2011, fell three places to 64th and is 23 positions below its 2010 ranking.
Qatar and Credit Suisse are strengthening ties after the holder of the world’s third-largest gas reserves took a 6 percent stake in the second-biggest Swiss bank, bought its London headquarters and formed asset manager Aventicum Capital Management.
Credit Suisse is shifting its regional investment banking headquarters to Doha, a person with knowledge of the matter said in December. It has also cut three equity positions in Dubai and transferring another to Riyadh, the person said.

Aggressive Qatar

“The financial services sector in Qatar is expanding aggressively and is hiring more than we’re seeing in the U.A.E. at the moment,” said Matthew Gribble, Dubai-based managing director ofMichael Page International Plc (MPI), a recruiter that operates in 32 countries. “It’s never easy getting people to Qatar compared to many markets, but it’s attracting people who are coming out of stressed markets in Europe and the U.K.”
Morgan Stanley (MS) has moved part of its Middle East equities business to Saudi Arabia and cut three positions in Dubai, according to a banker with knowledge of the matter. A spokesman for the New York-based bank declined to comment. Russia’s VTB Capital is also considering an equities business in Saudi, Makram Abboud, CEO in the Middle East and Africa, said Jan. 15.
Saudi Arabia’s $393 billion stock market is the Arab world’s largest bourse and three times the size of those in the United Arab Emirates and Qatar. While non-resident foreigners are only permitted to trade through share-swap transactions and exchange-traded funds, the country may soon allow overseas money managers to invest directly in shares of local companies, Deutsche Bank said in February.
The Kingdom may attract as much as $30 billion of inflows once it opens the market, John Burbank, founder of San Francisco-based hedge fund Passport Capital, said in February.

Qatar Plans

With Qatar’s plans to invest $140 billion in infrastructure before hosting the soccer World Cup in 2022, Doha shares Riyadh’s edge in project finance over Dubai, which was on the brink of default in 2009 after racking up debt to transform itself into a banking and tourism hub. Qatar is planning to build a metro network, roads, hotels and stadiums.
“Dubai will still be the preferred destination for companies and individuals in the short term,” said Angus Blair, Chairman of the Signet Institute, a Cairo-based regional research group. “As Doha and Riyadh develop and deepen their capital markets and financial services, it’s clear that this increased competition is a sign of the evolution of financial services in the region.”

Friday, February 1, 2013

D - Kamus Perbankan BI

daftar akseptasi wesel
daftar yang berisi catatan mengenai perincian lengkap semua wesel yang diakseptasi; disamping berisi perincian akseptasi wesel, buku akseptasi wesel juga memuat data tentang nama bank pemberi otorisasi, contoh tanda tangan dari pihak yang berwenang, dan daftar dokumen
(acceptance register)

daftar buku cek
daftar untuk mencatat nomor dan tanda lainnya dan buku cek yang ada dalam persediaan; daftar dan buku cek yang diberikan kepada nasabah bank 
(cheque book register)

daftar gabungan utang
daftar sernua kewajiban setiap debitur, termasuk pinjaman langsung dan tidak langsung, seperti L/C dan garansi pengelompokkan seluruh kredit yang saling terkait dengan debitur dapat membuat pemberi pinjaman mengetahui sejarah debitur yang berguna dalam mengawasi perpanjangan kredit sehingga tidak melanggar ketentuan batas maksimum pemberian kredit (BMPK)
(central liability)

daftar hitam
daftar nama nasabah perseorangan atau perusahaan yang terkena sanksi karena telah melakukan tindakan tertentu yang merugikan bank dan masyarakat, misalnya seseorang atau perusahaan yang melakukan penarikan cek kosong
(black list)

daftar orang tercela (DOT)
daftar orang yang memenuhi kriteria pembuatan tercela di bidang perbankan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan dilarang menjadi pemegang saham dan atau pengurus bank
(daftar orang tercela)

daftar pengawasan
1) daftar bank yang oleh pengawas bank dipandang mempunyai masalah pendapatan atau permodalan yang lemah, yaitu bank dengan peringkat CAMEL di bawah 81; peringkat CAMEL digunakan oleh pengawas bank untuk mengetahui bank yang memerlukan pengawasan ketat,; 2) daftar bank yang menerbitkan sertifikat deposito ke pasar sekunder yang secara potensial neracanya lemah menurut lembaga pemeringkat kredit, seperti Standard & Poor’s; 3) daftar negara yang kemampuan membayar utangnya diamati oleh pengawas dalam hal adanya perubahan kondisi keuangan; 4) semua daftar mengenai pinjaman dan ekspansi kredit yang dikompilasi oleh sebuah bank untuk pengawasan internal
(watch list)

daftar saldo
daftar yang memuat sisa dari sekelompok akun nasabah; jumlah sisa dalam daftar tersebut harus sama dengan sisa akun buku besarnya
(balance book)

daftar umur piutang
klasifikasi piutang menurut jangka waktunya; umumnya dilakukan setiap bulan dalam kaitan dengan neraca percobaan, yang meliputi nama dan alamat nasabah atau identifikasi nomor rekening, jumlah piutang, dan jangka waktu piutang
(aging account receivables)

daftar upah
daftar yang memuat upah dari para pekerja dalam jangka waktu tertentu, seperti mingguan atau bulanan; daftar tersebut juga memuat jenis pengurangan tertentu dari pendapatan, seperti pajak penghasilan dan asuransi kesehatan
(payroll)

dagang - pedagang (1)
orang yang pekerjaannya sehari-hari melakukan jual beli atas risiko sendiri untuk mendapat untung
(trader)

dagang - pedagang (2)
perseorangan atau perusahaan yang mempunyii hubungan kerja sama dengan bank yang mengeluarkan kartu kredit untuk menerima kartu kredit bank tensebut sebagai sarana pembayaran atas barang dan/atau jasa yang diperjual-belikan oleh perusahaan tersebut
(merchant)

dagang - perdagangan besar
kegiatan ekonomi berupa pembelian dan penjualan kembali barang dalam jumlah besar antara pedagang besar atau industri atau pengecer, seperti impor, ekspor, dan distribusi
(wholesale trade)

dagang - perdagangan jasa
perdagangan antanegara yang, meskipun tidak dianggap sebagai ekspor atau impor, dipelakukan sebagai impor atau ekspor, seperti sewa, pengangkutan, dan biaya pengiriman
(invisible trade)

dagang - pedagang valuta asing
bank atau perusahaan bukan bank yang mempunyai kegiatan usaha memperjual-belikan valuta asing, seperti uang kertas bank, uang logam, cek bank, dan cek bepergian; perusahaan tersebut tidak boleh melakukan pengiriman uang dan menagih sendiri ke luar negeri; di Indonesia perusahaan semacam ini harus mendapat izin dari Bank Indonesia
(money changer)

damai - perdamaian
perjanjian tentulis antara dua pihak atau lebih yang merupakan langkah kesepakatan untuk mengakhiri perkara yang sedang berlangsung atau untuk mencegah timbulnya suatu perkara dengan melepaskan sebagian hak atau tuntutan masing-masing; sin. kompromi
(compromise)

dana
uang tunai dan/atau aktiva lain yang segera dapat diuangkan yang tersedia atau disisihkan untuk maksud tertentu
(fund)

dana-pendanaan
penyediaan dana yang bersumber dari utang lain untuk menyelesaikan utang ada satu atau sebelum jatuh tempo dengan kondisi yang lebih menguntungkan, misalnya dengan menerbitkan obligasi
(funding)

dana - pendanaan kembali
penyediaan kembali dana dengan cara menerbitkan obligasi baru untuk menurunkan biaya bunga; misalnya, suatu perusahaan swasta atau perusahaan daerah yang telah menerbitkan obligasi dengan tingkat suku bunga 14% membeli kembali obligasi tersebut dan menerbitkan obligasi baru dengan suku bunga 10% pada saat tingkat suku bunga pasar turun
(refunding)

dana asuransi bank
dana asuransi deposito yang diselenggarakan oleh badan asuransi deposito pemenintah yang menjamin simpanan (deposito) dan tabungan pada bank komersial dengan pokok dan bunga per akun sampai derngan jumlah tertentu
(banking insurance fund)

dana eskro
dana yang diserahkan kepada pihak ketiga untuk tujuan tertentu sesuai dengan yang diperjanjikan
(escrow funds)

dana kas kecil
dana yang disediakan untuk kebutuhan pembiayaan sehari-hari yang jumlahnya tidak besar, misalnya biaya telegram, pos, mobil, transportasi, dan keperluan perlengkapan kecil lain; bukti setiap pengeluaran dibukukan, secara periodik biaya kas kecil dianalisis dan dibebankan pada berbagai akun biaya; sementara itu, bukti (voucher) tersebut dipelihara sebagai bagian dari kas kecil
(petty cash fund)

dana kinerja
dana bersama yang dirancang untuk pertumbuhan modal; untuk mencapai kinerja dana yang baik, dilaksanakan investasi dana bersama pada perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan laba yang tinggi, tetapi dividen yang akan diperoleh tidak dibagikan sehingga akan memperbesar modalnya
(performance fund)

dana luar negeri
dana yang berasal dari kredit luar negeri, deposito rupiah atas nama bank luar negeri, sertifikat deposito dalam rupiah yang dijual kepada bank di luar negeri, dan semua dana sejenis lainnya dalam valuta asing atau rupiah eks valuta asing
(foreign fund)

dana mengendap
dana nasabah tertentu pada bank yang tidak ditarik dalam jangka waktu yang relatif aman yang merupakan sumber dana tetap bagi bank dalam rangka pemberian pinjaman
(core deposits)

Dana Moneter Internasional
lembaga keuangan yang didirikan berdasarkan konferensi ekonomi di Bretton Woods pada tahun 1944, untuk meningkatkan kerja sama moneter internasional serta memelihara dan meningkatkan keseimbangan lalu lintas pembayaran internasional di antara anggotanya
(International Monetary Fund/IMF)

dana pembayaran utang
umum: uang yang dikumpulkan dalam suatu rekening khusus untuk membayar utang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan; beberapa persyaratan dana pembayaran utang harus dipenuhi dengan penebusan sejumlah tertentu instrumen yang telah diterbitkan selama satu tahun tertentu; hipotek berjaminan surat berharga (mortgage backed securities): ketentuan dalam panggilan surat penjanjian (indenture calling) selama jadwal amortisasi dari hipotek yang dijamin dengan obligasi atau surat utang subjek untuk kegiatan yang dibayar di muka, misalnya obligasi amortisasi terkendali (controlled amortization bond) sin. dana pelunasan
(sinking fund)

dana pemerintah
utang pemerintah kepada masyarakat yang dihimpun dalam suatu akun untuk kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat
(public funds)

dana pensiun
dana yang dihimpun oleh suatu perusahaan atau serikat pekerja atau badan usaha milik pemerintah atau organisasi lain yang bertujuan untuk membuat cadangan dana sebagai pembayaran pensiun bagi pegawainya yang telah memasuki masa pensiun
(pension fund)

dana penumpu
investasi: uang yang dipinjam untuk meningkatkan pengembalian modal investasi; perbankan: penggunaan dana yang dibeli di pasar uang atau dipinjam dari para deposan untuk membiayai aktiva produktif, terutama pinjaman; keuangan: penggunaan utang atau surat berharga yang jangka waktunya lebih panjang untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi terhadap modal pemilik
(leverage)

dana semalam
dana yang dijual di pasar antarbank oleh bank yang memiliki dana menganggur kepada bank yang memerlukan dana sementara (dalam jangka pendek); pasar dana Bank Sentral Amerika yang lembaga keuangannya menjual dana lebihnya yang berasal dari rekening cadangan yang disimpan pada Bank Sentral Amerika merupakan sumber dana tersebar untuk dana semalam; dana tersebut wajib disetorkan kembali kepada bank penjual pada keesokan harinya saat awal jam kerja
(overnight money)

dana stabilisasi devisa
dana devisa yang dibentuk oleh pemerintah atau bank central melalui jual beli suatu mata uang untuk mempengaruhi kurs valuta sebagai salah satu cara pengawasan devisa
(exchange equalization fund)

dana suku bunga primer
dana bersama yang digunakan untuk membeli pinjaman perusahaan dari suatu bank dengan tingkat bunga yang dirancang mendekati tingkat bunga utama (prime rate) yang kemudian diteruskan kepada pemegang saham tanpa pembebanan biaya manajemen
(prime rate fund)

dana tak tertagih
1. cek atau wesel yang belum dibayar oleh bank penerbit; 2. cek yang tidak dapat dibayar oleh bank penerbit karena dananya tidak mencukupi
(uncollected funds)

dana talangan
dana yang disediakan oleh Bank Indonesia yang digunakan untuk melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada kreditur bank dan akan menjadi hutang bank tersebut kepada Bank Indonesia

dana untuk pinjaman
dana yang tersedia dalam bank yang dapat dipergunakan untuk keperluan pemberian pinjaman kepada pihak ketiga
(loanable fund)

dapat - pendapat bersyarat
opini akuntan publik yang menjelaskan bahwa akuntan publik tersebut tidak dapat melakukan verifikasi laporan keuangan bank secara akurat dan lengkap karena kesalahan data yang tersedia; pernyataan akuntan tersebut tidak banyak bermanfaat karena banyaknya kekeliruan yang mendasar
(qualified opinion)

dapat - pendapat menyangkal
laporan hasil pemeriksaan keuangan oleh auditor independen yang menyatakan bahwa laporan keuangan perusahaan yang diperiksa tidak sesuai dengan kondisi keuangan yang sebenarnya
(adverse opinion)

dapat - pendapat takbersyarat
pendapat auditor yang menyatakan bahwa pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan norma pemeriksaan, laporan keuangan telah disusun berdasarkan asas akuntansi yang diterapkan secara konsisten, dan memberikan gambaran yang wajar mengenai keadaan keuangan
(unqualified opinion)

dapat - pendapatan (1)
semua penerimaan, baik tunai maupun bukan tunai yang merupakan hasil dan penjualan barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu
(income; revenue)

dapat - pendapatan (2)
penerimaan dana sebagai hasih dari suatu investasi
(return)

dapat - pendapatan bersih
selisih positif dari total pendapatan (operasional dan non-operasional) dengan total biaya (operasional dan non- operasional) dalam satu periode setelah dikurangi dengan taksiran pajak pendapatan
(net income)

dapat - pendapatan bersih investasi
pendapatan yang diterima dari suatu investasi setelah dikurangi tingkat inflasi yang terjadi saat dana tersebut ditanamkan; pendapatan ini disebut juga sebagai tingkat bunga nyata; misalnya, jika seorang investor memperoleh pendapatan sebesar 8% dengan tingkat inflasi sebesar 3%, pendapatan bersih yang diterimanya sebesar 5%
(real rate of return)

dapat - pendapatan bunga
pendapatan bunga yang diterima atas jasa pinjaman uang yang diberikan kepada pihak lain (interest earned)

dapat - pendapatan diterima dimuka
pendapatan yang sudah diterima tetapi belum diakui sebagai pendapatan pada tahun buku bersangkutan sehingga dalam neraca muncul sebagai utang atau kewajiban
(deferred income; deferred revenue; deferred credit)

dapat - pendapatan impas
pendapatan yang diperlukan untuk menutup seluruh biaya pemasaran produk atau jasa perbankan yang baru; setiap tambahan pendapatan akan menambah laba
(break-even yield)

dapat - pendapatan investasi
penerimaan berupa bunga atau dividen dinyatakan dengan persen yang diperoleh dari hasih investasi
(yield)

dapat - pendapatan kotor
selisih biaya dana ditambah biaya overhead yang dikeluarkan oleh bank dengan tingkat bunga dan/atau biaya lain yang dibayar debitur
(gross margin)

dapat - pendapatan marginal
tambahan pendapatan yang diperoleh dengan tambahan satu unit penjualan; dalam jangka pendek, pada kondisi persaingan, hal itu merupakan harga pasar
(marginal revenue)

dapat- pendapatan nasional
nilai seluruh barang dan jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pendapatan dalam menghasilkan barang dan jasa selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun
(national income)

dapat - pendapatan nonoperasional
pendapatan yang diterima oleh perusahaan, yang tidak berkaitan langsung dengan usaha pokok dan perusahaan
(nonoperating revenue)

dapat - pendapatan operasional
pendapatan yang diperoleh perusahaan sebagai hasil dari usaha pokok perusahaan
(operating revenues)

dapat - pendapatan per kapita
pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk
(income per capita)

dasar tunai
asas tunai
(cash basis)

daur hidup produk
siklus kehidupan produk yang digambarkan dengan grafik yang terdiri atas empat tahap, yaitu masa perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan
(product life cycle)

diler (dealer)
pedagang yang mempunyai kedudukan khusus dalam menjual barang dagangan bermere tertentu dan menjualnya kepada konsumen; dalam perdagangan efek, pedagang membeli atau menjual atas tanggungan sendiri
(dealer)

dealer primer
bank yang ditunjuk oleh Bank Indonesia sebagai peserta lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
(primary dealer.)

debit
sisi sebelah kiri neraca yang, antara lain, berisi catatan mengenai kas, surat berharga yang dimiliki, dan aktiva tetap; urutan pencatatan sesuai dengan tingkat likuiditas aset
(debit)

debit- pendebitan langsung
pembayaran dengan cara melakukan pembebanan rekening nasabah setelah terlebih dahulu memberikan persetujuan kepada bank untuk melakukan penarikan sejumlah uang pada waktu yang telah ditetapkan sebelumnya; .sistem pembayaran dengan cara ini biasanya dilakukan oleh nasabah bank pemegang kartu akun yang juga berfungsi sebagai kartu debit
(direct debit)

debit bank
pendebitan atas cek-cek yang dibayarkan, penarikan-penarikan yang disetujui, dan instrumeninstrumen penarikan lain dari simpanan/deposito perseorangan, perusahaan-perusahaan atau lembaga lainnya selama periode tertentu yang biasanya dilaporkan harian; dalam skala nasional, proses ini dapat digunakan untuk membuat perkiraan trend keuangan secara nasional
(bankdebits)

debitur
pihak yang menerima kredit atau pinjaman
(debtor)

debitur grup
kumpulan peminjam yang satu sama lain mempunyai kaitan dalam hal kepemilikan, kepengurusan, dan/atau hubungan keuangan

debitur tereksekusi
debitur yang atas perintah pengadilan harus membayar sejumlah uang kepada pengadilan sehubungan dengan pelaksanaan eksekusi atas barang jaminan yang dimilikinya untuk diserahkan kepada kreditur
(execution debtor)

defalkasi
melakukan penggelapan sehingga menyebabkan kerugian pada pihak lain, misalnya penggelapan dana perusahaan atau uang milik pihak lain yang dipercayakan padanya dengan cara menggunakan nota fiktif
(defalcation)

defisiensi
penurunan nilai dan aktiva sehingga nilainya lebih rendah daripada harga belinya atau lebih rendah dari uang yang dipinjam untuk membeli aset tersebut; dalam likuidasi dapat dartikan sebagai tidak terbayarnya seluruh kewajiban meskipun seluruh aset telah habis dijual
(asset deficiency)

defisit dollar AS
keadaan neraca pembayaran dari suatu negara terhadap negara lain yang menunjukkan kelebihan impor dan utang lainnya dibandingkan dengan ekspor dan/atau piutang lainnya dalam dollar Amenika Senikat
(US dollar gap)

deflasi
keadaan yang menunjukkan daya beli uang meningkat dalam masa tertentu karena jumlah uang yang beredar relatif lebih kecil daripada jumlah barang dan jasa yang tensedia
(deflation)

deflator
alat statistik atau komponen rasmi yang dapat mencerminkan faktor penyebab timbulnya deflasi
(deflator)

demonetisasi
penghapusan atau penarikan kembali fungsi standar moneter dan alat pembayaran tertentu; sin. penarikan dalam peredaran
(demonetization)

denda
hukuman berupa uang yang harus dibayarkan karena melanggar peraturan atau undang-undang 
(fine)

denda cerukan
denda bunga yang harus dibayar oleh nasabah karena terjadi cerukan
(overdraft penalty)

dengan awar khusus
semua kerugian awar khusus ditanggung oleh perusahaan asuransi
(with particular average/WPA)

denominasi
sebutan nilai nominal uang, saham, dan sebagainya
(denomination)

deposito berjangka
simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank
(time deposit)

deposito antarbank
deposito suatu bank pada bank lain di luar negeri, biasanya dengan bank koresponden; setiap bank memelihara akun antarbank pasiva (due to account) atas nama bank lain; disebut juga deposito timbal balik; pencatatan akun bank dalam negeri pada bank koresponden di luar negeri disebut rekening nostro dan pencatatan rekening bank koresponden luar negeri pada bank di dalam negeri disebut rekening vostro
(interbank deposits)

deposito dengan pemberitahuan
simpanan yang hanya dapat ditarik dengan syarat pemberitahuan sebelumnya
(deposit on call)

depresi
keadaan ekonomi yang ditandai oleh menurunnya harga, menurunnya daya beli, jumlah penawaran yang jauh melebihi permintaan, angka pengangguran yang meningkat secara tajam, dan kelesuan dunia usaha yang mengarah kepada likuidasi perusahaan
(depression)

depresi hebat
periode kelesuan ekonemi dan pengangguran secara besar-besaran pada tahun 1929 hingga masa sebelum perang dunia II
(great depression: malaise)

depresiasi
penurunan nilai suatu mata uang terhadap mata uang lain sesuai dengan keadaan pasar dalam sistem kurs mengambang
(depreciation)

devaluasi
penurunan nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain; biasanya devaluasi terhadap mata uang dilakukan dalam rangka pelaksanaan kebijakan moneter
(devaluation)

deviasi standar
ukuran tingkat pencairan selisih nilai setiap anggota dalam sekelompok nilai dengan nilai ratarata hitungnya; ukuran itu merupakan angka yang diperoleh dengan mencari akar dan jumlah setiap deviasi pangkat dua dibagi jumlah anggota kelompok
(standard deviation)

devisa
saldo valuta asing pada bank dan alat pembayaran luar negeri lainnya kecuali uang logam yang mempunyai catatan kurs resmi pada Bank Indonesia; di kalangan perbankan internasional. devisa sama dengan valuta asing
(foreign exchange, deviezen)

devisa terblokir
intervensi pemerintah dalam pasar valuta asing dengan melarang penukaran mata uang asing tertentu, kecuali untuk tujuan khusus yang telah ditetapkan; kebijakan tersebut diambil dalam rangka pemantauan devisa dan neraca perdagangan
(blocked currency)

dewan
sekelompok orang yang mempunyai kedudukan paling tinggi dan penting dalam suatu perusahaan yang diberi kuasa oleh pemegang saham untuk mengurus, mengendalikan, atau mengawasi perusahaan tersebut
(board)

dewan direksi
pimpinan perusahaan yang dipilih oleh para pemegang saham untuk mewakili kepentingan mereka dalam mengelola perusahaan
(board of directors)

Dewan Standar Perakunan Keuangan
badan yang bersifat mandiri di Amerika Serikat yang bertanggung jawab menetapkan dan menafsirkan prisnsip-prinsip akuntansi yang lazim
(Financial Accounting standards Board/ FSAB)

di bawah pengampuan
kedudukan seseorang yang menurut hukum perdata tidak dapat bertindak sendiri dalam perbuatan hukum tanpa diwakili atau bantuan dari pihak lain, misalnya anak-anak dibawah umur, wanita bersuami yang tunduk kepada hukum barat
(onbekwaam)

di luar harga
istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu opsi yang harga jadi suatu sahamnya lebih tinggi daripada harga pasar yang berlaku dalam kasus opsi beli (call option,) atau lebih rendah dalam kasus opsi jual (put option)
(out of the money)

dime
mata uang di Amerika Serikat yang mempunyai nilai sepersepuluh (1/10) dollar amerika.
(dime)

dinar
satuan dasar mata uang Abu Dhabi, Aljazair, Bahrain, Yordania, Libya, Yaman Selatan, Tunisia, Kuwait, Irak dan Yugoslavia
(dinar)

direktur
salah seorang anggota direksi, yaitu orang yang ditunjuk dan dipilih sesuai dengan anggaran dasar atau ketentuan yang berlaku untuk memimpin dan mengendalikan perusahaan
(director)

disagio
selisih kurang antara nilai yang sebenarnya dan nilai nominal yang tercantum pada satu sekuritas atau nilai tukar alat pembayaran luar negeri atau turunnya nilai uang logam karena aus
(disogio)

disinvestasi
pengurangan atau penghentian investasi, dilakukan dengan menjual pabrik dan peralatannya, atau tidak memelihara atau mengganti aktiva modal yang aus dalam penggunaannya
(disinvestment)

diskon
umum: pengurangan nilai kotor suatu transaksi; transaksi perbankan: metode pengurangan yang beban bunga pinjaman atau surat utangnya telah diperhitungkan di muka
(discount)

diskonto bank
potongan yang diperhitungkan bank (biasanya dalam persen) atas suatu surat berharga karena pembayaran sebelum jatuh tempo
(bank discount)

dislokasi kredit
realisasi pinjaman yang dilakukan di suatu kantor bank, sedangkan penandatanganan akta perjanjiainya dilaksanakan di kantor lain dari pihak bank yang bersangkutan
(credit dislocation)

distribusi pendapatan perseorangan
pembagian atau distribusi pendapatan secara wajar dan individu atau rumah tangga
(personoel distribution of income)

diversifikasi risiko
penanaman modal dari berbagai jenis investasi dengan tujuan untuk mengurangi kemungkinan risiko yang akan dihadapi
(risk diversification)

dividen
bagian dari laba bersih sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang ditetapkan untuk dibagikan kepada para pemegang saham sebagai keuntungan atas kepemilikan saham
(dividend)

dividen akhir
dividen yang dibayarkan pada akhir tahun untuk memenuhi kekurangan pembayaran yang telah dilakukan dengan dividen sementara berdasarkan ketetapan dividen tahun yang bersangkutan
(final dividend)

dividen properti
dividen yang diumumkan oleh perusahaan di tempat pembayaran tunai dividen yang para pemegang sahamnya adalah pemilik yang sah
(property dividend)

dividen reguler
dividen yang ditetapkan perusahaan atas saham-sahamnya, biasanya dibayarkan secara teratur, misalnya setiap tiga atau enam bulan
(regular dividend)

dividen saham
dividen yang dibayarkan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk saham; tujuannya untuk mempertahankan tingkat modal perusahaan; dividen ini memberikan keuntungan kepada penerimanya karena mengurangi jumlah pajak yang harus dibayarkan
(stock dividends)

dividen sementara
dividen yang dinyatakan dan dibayarkan sebelum laba tahunan perusahaan ditetapkan; biasanya, pembayaran dilakukan secara berkala (per triwulan) selama tahun berjalan; banyak perusahaan berusaha tetap konsisten, merencanakan dividen per triwulan yang mereka yakini dapat mereka pikul, dan mencadangkan perubahan sampai hasil tahun fiskal diketahui
(interim dividend)

dividen skrip
dividen yang dibayarkan dengan skrip; lihat skrip
(script dvidend)

dividen tambahan
dividen tambahan yang dibayarkan di samping dividen biasa karena pada tahun tersebut perusahaan memperoleh laba yang melebihi target
(extra dividend)

dokumen
warkat yang dipakai sebagai tanda bukti yang umumnya memiliki kekuatan hukum pembuktian
(document)

dokumen akseptasi
dokumen yang hanya dapat diserahkan setelah surat wesel diakseptasi pembeli; surat wesel yang bersangkutan ditandai dengan tulisan D/A
(document ~gaint acceptance; D/A)

dokumen kepemilikan
bukti kepemilikan perusahaan oleh perseorangan yang disimpan bank
(proprietorship certificate)

dokumen pembayaran
dokumen atau formulir bank sebagai sarana bank untuk melakukan transfer dana dari satu pihak kepada pihak lain
(payment document)

dokumen pengapalan
dokumen pendukung wesel dalam dan luar negeri; dalam transaksi domestik, dokumen pengapalan minimum memuat B/L dan faktur (invoice) penjualan, sedangkan dalam transaksi luar negeri, dokumen minimum memuat B/L kelautan, sertifikat asuransi pelayaran dan faktur penjualan; selain itu, dokumen tersebut juga dilampiri dengan dokumen yanq diperjanjikan antara pembeli dan penjual serta dokumen lain yang dipersyaratkan negara tujuan, misalnya faktur konsulat, sertifikat analisis, sertifikat pemeriksaan dan berat muatan, sertifikat keaslian barang, penerimaan pabean, dock receipt, dan sertifikat asuransi risiko perang
(shipping document)

dokumen sumber
dokumen berisi informasi yang akan digunakan sebagai data masuk dalam sistem pengolahan data elektronik (SPDE), seperti cek, kuitansi, dan bilyet giro
(source document)

dokumentasi kredit
dokumen yang berkaitan dengan kredit, termasuk kontrak perjanjian kredit, laporan keuangan, rencana kerja, dan dokumen lain yang menyangkut hak kreditur atas aset yang dijaminkan oleh debitur guna mengamankan pembayaran kewajiban debitur dan dokumen lain yang digunakan oleh pihak peminjam dalam mengevaluasi kelayakan seorang calon debitur; dokumen ini merinci riwayat pinjaman yang disimpan dalam arsip kredit debitur yang akan digunakan oleh analis kredit dan pengawas lapangan dan pihak agen penilai ekstern; kelengkapan dokumentasi kredit penting mengingat hal tersebut berhubungan langsung dengan tingkat kualitas kredit yang ditetapkan oleh pengawas bank
(loan documentation)

dollar
satuan dasar nilai uang Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya, seperti Australia, Kanada, Hong Kong, Singapura, Bahama, dan Dominika
(dollar)

domisili
1 tempat pembayaran wesel ditujukan; 2 tempat tinggal tetap atau tempat kedudukan seseorang atau hadan hukum, atau tempat yang dipilih dalam penyelesaian urusan hukum
(domicile)

drachma
satuan dasar nilai uang Yunani
(drachma)

due dililgence
Pemeriksaan langsung terhadap bank yang memberikan hak kepada pemeriksa untuk meminta konfirmasi kepada manajemen bank mengenai kebenaran laporang keuangan. Dalam kaitan dengan pemeriksaan bank di Indonesia, istilah ini diartikan sebagai audit keuangan terhadap bank dalam rangka pelaksanaan program rekapitalisasi bank

dumping
penjualan barang secara besar-besaran di daerah pemasaran lain, biasanya di luar negeri dengan harga lebih rendah jika dibandingkan dengan harga penjualan di dalam negeri
(dumping)

duopoli
keadaan pasar yang ditandai dengan adanya ,penawaran oleh hanya dua produsen
(duopoly)