Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Thursday, May 2, 2013

Islam--Etimologi dan Petunjuk Ilahi

Ada banyak ayat Al-Qur'an yang mendefinisikan Islam dan merujuk tuntunan ilahinya, beberapa diantaranya:

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

"Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat." (Q.2:4)
ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
"Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan),’Kami tidak membeda-bedakan antara seserangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya,’ dan mereka mengatakan,’Kami dengar dan kami ta’at.’ (Mereka berdoa),’Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.." (Q. 2:285)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
"Hai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (Q. 4:136)

Dari ayat - ayat tersebut, dapat disimpulkan:

  • Kaum muslim meyakini bahwa Allah (swt) menurunkan wahyu terakhir-Nya untuk manusia kepada Nabi Muhammad (saw) melalui malaikat Jibril. Bagi kaum muslim Nabi Muhammad adalah nabi Allah swt yang terakhir.
  • Dalam Islam, nabi adalah manusia yang ditunjuk oleh Allah (swt) untuk menjadi utusan-Nya. Nabi adalah manusia, bukan Tuhan.Adam, Nuh, Ibrahim, Daud, dan Isa adalah nabi. Semua utusan Allah (swt) menyampaikan pesan tertinggi Islam, yaitu, ketundukan pada kehendak Allah (swt).
  • Konsep teologis fundamental Islam adalah tauhid-keyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan, Allah (swt). Sebagaimana tertulis juga di Surah Al-Ikhlas ayat 1:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
"Katakanlah: 'Dia-lah Allah, yang Maha Esa!'" (Q. 112:1)

Nabi Muhammad (saw) lahir di Makkah pada tahun 570 M. Pada usia 40 tahun, saat sedang menyepi beliau mendapatkan wahyu pertamanya dari Allah (swt) melalui malaikat Jibril. Wahyu ini, yang berlanjut selama 23 tahun dikenal sebagai Al-Qur'an.

Nabi dan kelompok pemeluknya yang kecil mengalami banyak tentangan di Makkah, yang berkembang demikian ganas sehingga pada tahun 622 Allah (swt) memerintahkan mereka untuk pindah (hijrah). Perpindahan ke kota Madinah ini memnandai awal penanggalan Islam.

Source: Buku Pintar Keuangan Syariah oleh Daud Vicary Abdullah dan Keon Chee

Monday, April 29, 2013

Sejarah Keuangan Syariah - 2

Selama abad ke-18, ke-19 dan ke-20, nyaris seluruh dunia Islam dijajah oleh negara-negara Eropa yang mengelola perekonomian dan keuangan negara-negara Islam. Setelah gerakan kemerdekaan setelah Perang Dunia ke II membuahkan hasil, keinginan untuk mengelola urusan mereka sesuai dengan nilai-nilai dan tradisi-tradisi mereka sendiri mulai muncul dari daerah jajahan


Pada 1963, lembaga keuangan syariah modern pertama bernama, Mit Ghamr (bank simpanan), didirikan di Mesir. Bank syariah pertama di Asia adalah Muslim Pilgrims Savings Corporation, bank tabungan haji Malaysia yang didirikan pada tahun 1963.




Pada 1975, IDB (Islamic Development Bank) didirikan di Jeddah, Arab Saudi. Sebagai sebuah lembaga perbankan internasional, IDB "dipercayai dengan fungsi mendorong perdagangan asing dan kerja sama ekonomi di negara-negara Islam. Juga, melakukan penelitian untuk memungkinkan kegiatan ekonomi, keuangan, dan perbankan di negara-negara Islam untuk menyesuaikan diri dengan syariah"(1)


(1) : The Islamic Development Bank-A Case Study of Islamic Co-operation oleh Dr. S.A. Meenai. Taylor and Francis, 1989.

Source: Buku Pintar Keuangan Syariah oleh Daud Vicary Abdullah dan Keon Chee

Sejarah Keuangan Syariah - 1

Keuangan syariah bukanlah hal baru. Pada saat islam bermula pada abad ke-7 M, Arab saudi terletak didaerah yang dilalui jalu perdagangan pasar rempah-rempah dan logam mulia yang akif. Nabi Muhammad saw. sendiri adalah seorang pedagang dan saudagar sebelum menjadi Rasul.

Al-Qur'an mendorong kaum Muslim untuk bergiat dalam perdagangan dan mencurahkan upaya mereka untuk Allah demi menjamin pahala berlimpah:

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًاكَثِيرَةً وَاللهُ يَقْبِضُ  وَيَبْصُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (bagimu) rezeki, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan" (Q. 2:245)


Didalam ayat lain, Al-Qur'an juga mengingatkan kaum Muslim untuk melakukan perdagangan berdasarkan itikad baik satu sama lain:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta-harta kalian di antara kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan perdagangan yang kalian saling ridha. Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang kepada kalian." (Q. 4:29)

Source: Buku Pintar Keuangan Syariah oleh Daud Vicary Abdullah dan Keon Chee